Apa dan Bagaimana Al Qur'an itu Diturunkan?

by Rahmad Nur Hidayat on 02:51 PM, 03-Jul-13

Category: Islami

Artikel Islami | Infoloper - Apakah Al-Qur’an itu? Dan Bagaimana Al Qur'an itu Diturunkan?

Arti kata Al Qur’an dan apa yang dimaksud dengan Al Qur’an.

Qur’an menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. Subhi Al Salih berarti “bacaan”, asal kata qara-a. Kata Al Qur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru (dibaca).

Didalam Al-Qur’an sendiri ada pemakaian kata “Qur’an” dalam arti demikian sebagai tersebut dalam ayat 17, 18 surat (75) Al Qiyaamah :

Allah SWT berfirman yang artinya :

“Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur’an (didalam dirimu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu), jika kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikut bacaannya.”

Kemudian dipakai kata “Qur’an” itu untuk Al Qur’an yang dikenal sekarang ini. Adapun definisi Al Qur’an ialah : “Kalam Allah SWT, yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw, dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah amal ibadah.”

Dengan definisi ini, Kalam Allah yang diturunkan kepada nabi nabi selain Nabi Muhammad saw, tidak dinamakan Al Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. atau Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Demikian pula kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw seperti Hadits Qudsi, tidak pula dinamakan Al Qur’an.

Cara cara Al-Qur’an Diturunkan

Nabi Muhammad saw, daam hal menerima wahyu mengalami bermacam macam cara dan keadaan, diantaranya ;

  1. Malaikat memasukkan wahyu itu kedalam hatinya. Dalam hal ini Nabi saw, tidak melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada sja dalam kalbunya. Mengenai hal ini nabi mengatakan : “Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku,” lihat surat (42) Asy Syuura ayat 51.
  2. Malaikat menampakkan dirinya kepada nabi berupa seorang laki laki yang mengucapkan kata kata kepadanya, sehingga beliau mengetahui dan hafal benar kan kata kata itu.
  3. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat dan kadang kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsebitu : “Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata.  Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa”
  4. Malaikat menampakkan dirinya kepada nabi, tidak berupa seorang laki laki seperti keadaan poin yang kedua, melainkan benar benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14 :

“Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). Ketika (ia berada) di Sidratulmuntaha.”

Artikel Sebelumnya : Para Pelanggar Perjanjian adalah Pengikut Dajjal

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images